Jelang Pesta Demokrasi,Caleg Perempuan Asal (Lambu) Mendeklarasikan Diri Sebagai Calon Anggoto DPRD Kabupaten Bima Dapil V (Sape-Lambu).

Politik626 Dilihat

Kabupaten Bima,JangkarNTB.com- Aita Kurniawati,S.pt sapaan akrab Aita calon anggota legislatif (caleg) perempuan untuk pemilihan DPRD Kabupaten Bima dapil V (Sampe-Lambu) menyampaikan komitmen menjaga kemurnia pesta demokrasi  2024 dan mengikuti pemilu dengan sportivitas.(14/01/2024)

Dalam pidatonya Aita bertekad untuk berjuang dan  berupaya mewujudkan  kebijakan yang pro gender,menolak politik uang hingga mondorong kampanye yang edukatif bagi masyarakat. Tuturnya

Bio profil :

 Aita kurniawati, S.Pt

 Caleg DPRD kab Bima

 Dapil V (Sape_Lambu)

Nama : Aita Kurniawati, S.Pt

Nama partai : Partai demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P)

Daerah pemilihan : Sape-Lambu

Tempat/Tanggal lahir : Kaleo, 08 Juni 1997

Jenis kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Status : Belum kawin

Alamat : Desa Monta baru, dusun panggu, RT/10 Rw/04 Kec. Lambu kab Bima

Riwayat pendidikan:

SDN/Mi : SDN Inpres Kaleo

SMP/ Mts: Mts Ulil albab

SMA/MA : SMA N 2 LAMBU

Pendidikan terakhir: Universitas Mataram (Unram)

Riwayat Organisasi:

Ketua OSIS SMA N 2 Lambu Tahun 2014_2015

Ketua komsat LMND Unram 2017_2018

Anggota BEM Faterna Unram sebagai ketua bidang Soskominfo 2018_2019

Anggota Maternapala Unram fakultas peternakan

Ketua ek LMND Mataram 2020_2022

Ketua DPC Srikandi PDI-P Kab Bima 2022_sekarang.

Dalam menjemput pemilu 2024 semua parpol berbondong-bondong untuk daftar ikut pemilu serentak 2024 Di Kabupaten Bima, NTB.

Dalam pemilu 2024 ini, saya aita Kurniawati telah ikut terdaftar dalam Parpol PDI-Perjuangan kab Bima untuk ikut andil sebagai Caleg DPRD kabupaten Bima dapil V (Sape-Lambu).

Dalam perjalanan saya selama ikut terlibat dalam politik elektoral, kerap kali Isu2 yg tidak berbobot sering menyerang psikis perempuan yg ingin mencoba tampil sebagai figur publik. Apalagi ketika ada perempuan yg ingin bertarung tampil di politik elektoral lewat Caleg dan merebut posisi jabatan lainnya.

Ada beberapa Isu murahan yg biasa di mainkan ketika ada caleg Yg berjenis kelamin perempuan, seperti biasanya mereka menganggap bahwa perempuan cukup jadi IRT saja sebagai benda domestik, perempuan Hanyalah alat pelengkap suara partai ataupun sebagai pelengkap kuota partai 30 % ketika dibutuhkan pada saat pendaftaran parpol dalam menjemput setiap pemilu yg ada.

Isu2 seperti ini yg seharusnya ditangkis dan dilawan ditengah kehidupan sosial masyarakat, sebab pandangan seperti itu adalah pandangan kulot yg harus dirubah cara berpikirnya. Ucapnya

Kondisi ini menurut dia menggambarkan bagaimana aturan afirmasi perempuan baru dipahami administratif prosedural  atau sebatas keikutsertaan dalam pemilu.

Diapun menegaskan pentingnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif pejuang aspirasi melalui kebijakan.

Sebagai caleg perempuan saya akan memprioritaskan memperjuangkan aspirasi perempuan yang selama ini terabaikan.

“Perempuan adalah subjek pembangunan,sehingga sangat penting untuk terlibat langsung  mengambil kebijakan responsif gender,perempuan,anak dan kelompok rentan”, Tegasnya

Maka dari itu,kita yang lahir dari rahim petani dan buruh tani bertekad kuat berjuang bersama untuk kemaslahatan Ummat demi kesajetaraan kita bersama.

Saatnya perempuan menjadi wakil rakyat (Sape-Lambu).

“Solid,berjuang dan menang bersama rakyat”.

( PIMRED )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *