Disambar Petir,Pria Paruh Baya Di Woja,Nyaris Kehilangan Nyawa

Peristiwa297 Dilihat

Dompu, JangkarNTB.com – Seorang pria paruh baya diketahui bernama Ibrahim (45), warga Dusun Jawaria, Desa Serakapi, Kecamatan Woja nyaris kehilangan nyawa usai disambar petir, Senin (20/3/2023) sore sekira pukul 15.35 Wita di So Rasa Ntoi, desa setempat.

Mendapat laporan warga mengenai kejadian, Kapolsek Woja, Ipda Zainal Arifin, S.I.P., langsung memerintahkan anggota untuk memeriksa tempat kejadian sekaligus membantu mengevakuasi korban.

“Korban selamat dan berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Dompu untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkap Kapolsek saat dimintai keterangan.

Dijelaskannya, awalnya, korban bersama istrinya Nurma dan ponakannya Aisyah (16) sedang menutupi jagungnya dengan menggunakan terpal agar tidak basah diguyur oleh hujan.

“yang mana saat itu hujan turun cukup deras, dengan kilatan petir disertai gemuruh,” jelas Kapolsek seperti dipaparkan keluarga korban.

Usai menutupi jagungnya dengan terpal, lanjutnya, kemudian korban bersama istri dan ponakannya naik ke Pondok miliknya dengan kondisi pakaian yang digunakannya sudah basah.

“Sesaat kemudian, korban hendak menyalakan api untuk merebus air, namun tiba-tiba tiang pondok miliknya tersambar oleh petir sehingga mengenai korban,” imbuhnya.

Kemudian istri korban yang melihat hal tersebut, meminta tolong kepada salah seorang warga tidak jauh dari lahan jagungnya untuk meminta tolong agar memberi tahukan kepada warga lainnya.

Lebih lanjut, dengan adanya kejadian tersebut Kapolsek langsung, memerintahkan Ka SPKT Woja Aipda Hermawan beserta anggota agar segera turun ke TKP guna memeriksa sekaligus mengawal proses mengevakuasi korban.

“Dari hasil pemeriksaan sementara oleh Dokter Wagnini Bifadlika A., korban merasa menggigil, mengeluhkan nyeri seluruh badan, muntah,” papar Kapolsek.

Sementara di bagian fisik korban, dapat dijelaskan bahwa Status kesadaran, Sadar Penuh, Tekanan Darah 80/palpasi, Nadi Sulit di Evaluasi, Denyut Jantung 84 kali per menit, Kaki dan tangan teraba dingin.

“Kemudian hasil pemeriksaan kelistrikan jantung, Ventrikel Extra Sistol, Normal Sinus Rtyme, korban dapat selamat,” beber Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, saat ini korban sedang dirawat di rumah sakit umum Dompu, sementara ia menghimbau agar warga berhati-hati saat cuaca ekstrim yang masih mengancam dalam situasi tak terduga.

“Apabila menemukan tanda-tanda gemuruh petir seperti kejadian yang menimpa korban, kiranya warga mencari tempat yang relatif lebih aman,” pinta Kapolsek.(Sadam-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *