Pertukaran mahasiswa merdeka ipb melakukan kunjungan pada kebun raya bogor yukta samarthana

Nasional850 Dilihat

JangkarNTB.com, Kebun Raya Bogor merupakan kebun botani yang berada di Kota Bogor, Jawa Barat. Sejak dibangun Gubernur Jenderal Hindia Belanda G.A.G.P Van Der Capellen pada 1817, Kebun Raya Bogor masih menjadi salah satu tempat favorit para wisatawan. Kebun yang dibangun untuk kepentingan ilmu pengetahuan itu juga, menjadi salah satu andalan pemerintah untuk menarik wisatawan ke Jawa Barat.

Bahkan Presiden Joko Widodo sering jalan sehat di kawasan yang banyak ditumbuhi pohon-pohon langka itu. Kebun Raya Bogor juga menjadi ikon pariwisata Kota Hujan itu.

Mahasiswa pertukaran MERDEKA ( PMM 3 ) kelompok 4 (Yukta Samarthana) dapat melakukan berbagai kunjungan di kebun raya bogor. Taman Teijsmann, Taman Meksiko, Taman akuatik Taman Astrid Monumen Reinwardt ,istana kepresidenan Bogor, Monumen Lady Raffles, Kolam Gunting, dan jembatan gantung.

Kebun raya bogor mempunyai fungsi.
Konservasi
Kebun Raya Bogor menjadi tempat bagi pemulihan jenis tumbuhan terancam punah dan lahan yang terdegradasi, serta menjadi rujukan koleksi tanaman yang bernilai tinggi untuk pengembangan potensi pemanfaatan berkelanjutan.
Edukasi
KRB menyajikan informasi bagi pengunjung beragam pengetahuan di bidang botani, konservasi, lingkungan dan pemanfaatan tanaman; serta merangsang tumbuhnya kesadaran, kepedulian, tanggung jawab dan komitmen masyarakat terhadap pelestarian tumbuhan
Penelitian
Melaksanakan dan memfasilitasi berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan di bidang konservasi, domestikasi dan reintroduksi tumbuhan serta botani ekonomi. Di sini mahasiswa dan peneliti dapat melakukan penelitian mengenai tumbuhan dan manajemen sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Wisata Alam
Selain menghadirkan ilmu pengetahuan, KRB juga dapat mendukung kehidupan sosial kemasyarakatan yang lebih baik.
Jasa Lingkungan
Dampak ekologis KRB mampu meningkatkan kualitas lingkungan baik tata air, keanekaragaman hayati, penyerapan karbon dan keindahan lanskap.

Penulis : M.Fesal
Editor : Yukta Samarthana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *