Polisi Masih Memburu Para Terduga Pelaku Penganiayaan Pol PP hingga meninggal Dunia

Hukum Dan Kriminal1810 Dilihat

Bima,JangkarNTB.Com – Pihak Kepolisian Resor Bima Polda NTB masih terus memburu keberadaan tiga terduga pelaku penganiayaan di Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima yang menyebabkan korbannya meninggal dunia.

“Kita masih melakukan upaya pencarian terhadap tiga terduga pelaku dan satu orang lagi yang belum diketahui identitasnya,” ungkap Kapolres Bima, AKBP Hariyanto, SH, S.I.K, lewat Kasi Humas Polres Bima, Iptu Adib Widayaka.

Polisi sendiri, lanjut Adib, telah mengantongi nama ketiganya. Masing-masing berinisial MS, IB alias One Turi dan SH alias Ongki, warga Desa Tolouwi.

Sementara korban meninggal, Jakariah (L/55), warga Desa Tolouwi yang merupakan anggota Pol-PP Kecamatan Monta.

Kapolres Bima meminta kepada pihak keluarga korban agar mempercayakan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk menuntaskannya.

“Kita ikut berbela sungkawa atas meninggalnya korban meninggal, Almarhum Jakariah. Semoga diterima di sisiNya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dan kami meminta kepada keluarga korban agar mempercayakan sepenuhnya kasus ini kepada kepolisian untuk menanganinya,” ucap AKBP Hariyanto.

Lebih lanjut, dituturkan Adib, berdasarkan keterangan isteri korban, kasus penganiayaan ini dipicu oleh masalah tanah di ‘So Woko’ Desa Tolouwi.

“Menurut keterangan isteri korban, di area tanah itu ada pohon mangga yang ditebang oleh korban dan dikomplain oleh MS yang merupakan bapaknya SH alias Ongki,” tuturnya.

Bapak dan anak ini, beserta IB lantas meluruk ke rumah korban dan langsung menganiaya korban dengan cara dibacok yang kemudian melarikan diri.

Akibatnya korban mengalami luka parah dan sempat dilarikan ke PKM Monta. Namun nahas, dalam perjalanan korban dinyatakan meninggal dunia.

Pihak Kapolsek Monta beserta anggota yang mendengar adanya kejadian tersebut langsung menuju TKP, dan seketika melakukan pencarian terhadap para terduga pelaku sembari melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa, beserta para tokoh dan masyarakat di Desa Tolouwi.

“Untuk perkembangan selanjutnya, nanti akan kita sampaikan,” tutup Adib dalam keterangan tertulisnya.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *